Salar de Uyuni
Danau garam seluas kurang-lebih 4.086 kilometer persegi ini berada di bagian tenggara Pergunungan Andes dan memiliki ketinggian sekitar 3.650 meter di atas permukaan laut (mdpl)
Begitu sampai di Salar de Uyuni, panorama menakjubkan
langsung menyambut kedua mata. Bahkan saking indahnya, hasil jepretan
seringkali dianggap sebagai editan.
Danau purba raksasa, sekitar 40.000 hingga
25.000 tahun yang lalu terdapat sebuah danau purba bernama Minchin. Danau purba
ini diperkirakan pernah menutupi sebagian besar bagian barat daya Bolivia.
Danau purba Minchin kemudian mengering secara bertahap. Selama bertahun-tahun,
danau purba itu menjadi dua danau, yakni Danau Poopo dan Danau Uru Uru yang
masih ada hingga sekarang.
Sementara itu, sisa-sisa danau purba yang mengering telah berubah menjadi dataran garam raksasa. Kandungan garamnya berasal dari mineral-mineral di pegunungan yang terlarut oleh hujan di masa lalu dan bercampur dengan air danau. Mengeringnya danau purba ini disebabkan oleh proses penguapan selama bertahun-tahun. Karena tidak ada aliran sungai, garam yang tidak menguap akhirnya memenuhi dasar danau kering yang sekarang dikenal sebagai Salar de Uyuni.
Tanda jika salar de Uyuni pernah menjadi danau besar bisa
didapatkan dari berbagai peninggalan di gua-gua sekitarnya seperti fosil. Fenomena
cermin langit raksasa biasanya bisa disaksikan pada Bulan Desember hingga
Februari. Hujan yang turun dan menggenangi padang garam menjadikan Salar de
Uyuni bagaikan cermin raksasa.
Air yang menggenangi padang garam mampu memantulkan semua di
cakrawala. Mulai dari birunya langit, pergunungan Andes, awan putih, burung
flamingo, mobil, atau manusia, semua bisa dipantulkan dengan begitu baik di
sini.
